Sabtu, 18 April 2020

PENGENALAN KARAKTER KEYOGYAKARTAAN DALAM PENDEKATAN MUTIKULTURAL





Oleh:
Nurhidayati; Sri Harti Widyastuti; Afendy Widayat; Margana
nurhidayati@uny.ac.id


        Yogyakarta sebagai kota pelajar juga menjadi ikon sebagai kota budaya. Dalam bidang penyelenggaraan pendidikan, pemerintah DIY juga mencanangkan pola-pola penerapan nilai-nilai luhur budaya dalam pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan yang diatur dalam Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta nomor 68 tahun 2012. Peraturan ini meregulasi pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta dalam mencanangkan penyelenggaraan pendidikan berbasis budaya. Pengelolaan pendidikan daerah dilaksanakan berdasarkan sistem pendidikan nasional dengan menjunjung  tinggi nilai-nilai luhur budaya. Salah satu bentuk implementasi regulasi ini di UNY telah dikembangkan berbagai produk sebagai media pendidikan karakter yang berlandaskan nilai-nilai luhur budaya Jawa di Yogyakarta. Upaya pelestarian dan pengembangan budaya Yogyakarta dalam bentuk pengembangan media pendidikan karakter Keyogyakartaan sejalan dengan Peraturan Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2013 pasal 3 menyebutkan tentang pengaturan kebudayaan yang bertujuan untuk melindungi, memelihara, mengembangkan, dan memanfaatkan kebudayaan sehingga memperkuat karakter dan identitas sebagai jadi diri masyakarat DIY.
Pengembangan media pendidikan karakter keyogyakartaan di lingkungan UNY merupakan hal penting dalam upaya meningkatkan manajemen layanan publik yang berbasis kearifan lokal. Universitas Negeri Yogyakarta sebagai salah satu perguruan tinggi negeri di Yogyakarta mengemas pendidikan karakter yang diimplementasikan dengan pembiasaan menggunakan bahasa Jawa sebagai sarana berkomunikasi dalam pelayanan akademik, rapat, dan kebutuhan berinteraksi di lingkungan kampus.  Penggunaan bahasa Jawa dalam hal ini ditekankan pada penggunaan unsur hormat dalam ungkapan fungsional untuk menunjukkan kesantunan berbahasa dalam bentuk campur kode bahasa Indonesia dan bahasa Jawa. Hal ini dilakukan karena civitas akademika UNY tidak hanya berasal dari suku Jawa, namun dari berbagai suku di Indonesia bahkan dari manca negara. Dengan demikian, penggunaan campur kode sebagai bentuk pengenalan budaya Jawa di lingkungan UNY tetap mewadahi unsur multikultural.



10 komentar:

  1. Yogyakarta adalah multikultural nyata dalam masyarakat Indonesia. Kotanya Indonesia ^^

    BalasHapus
  2. sehati dengan mb nur,,multikultur merupakan keindahan yang wajib dijunjung,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih Mbak Surya...selamat mengenal Yogyakarta

      Hapus
    2. Matur nuwun Mbak Ida...mangga ngopeni kang edi peni

      Hapus
  3. Bisa diadaptasi untuk kampus-kampus lain di Indonesia, dengan indigineous knowled-nya masing-masing.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menarik tulisannya. Bangga rasa hati ini di berada lingkungan kampus yang lekat dengan budaya Jawa.

      Hapus
  4. Yogyakarta selalu spesial di hati saya, Bu... dan sekarang spesial juga bagi istri dan anak2.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih Pak Indra...selamat datang di Yogyakarta

      Hapus